Perjalanan Menuju Kehamilan Bersama Ovutest

Perjalanan Menuju Kehamilan Bersama Ovutest
Hastag.net – Setelah menikah, kehadiran anak yang paling dinanti. Sayangnya perjalanan menuju kehamilan tidaklah mudah, tapi semua itu mampu membuat saya menemukan arti ikhlas dan pasrah sebagai seorang manusia. Butuh perjalanan panjang dan duka untuk bisa hamil dan memiliki buah hati yang akan menambah keceriaan di dalam rumah tangga. Semenjak menikah, setiap bulan saya selalu membeli Sensitif untuk tahu, apakah saya positif hamil atau tidak?

Keguguran, ikhlas dan pasrah

Tahun 2008 saya menikah, saya kira karena habis datang bulan, akan langsung hamil, karena kata orang-orang lagi subur-suburnya. Ternyata saya salah, karena sampai bulan ke 3 tak kujung hamil. Kanan kiri sering bertanya, sudah hamil belum? Kok lama? Coba deh periksa takutnya bermasalah? Saat itu, saya hanya diam dan tersenyum mendengarnya. Karena saya yakin bahwa saya dan suami sehat dan tidak memiliki masalah, belum dikasih saja sama Allah SWT. Sampai akhirnya di bulan 6 pernikahan, saya jatuh dari busway karena dorong-dorongan sehabis pulang bekerja. Awalnya tidak merasakan apa-apa, tapi setelah di rumah perut sakitnya luar biasa dan mulas. Tak lama keluarlah darah yang banyak sekali, sehingga membuat saya dilarikan ke UGD.
Dari situ saya tahu, bahwa saya mengalami keguguran dan diperkirakan baru beberapa minggu. Keguguran itu membuat saya shock berat, sehingga tidak berani memberi tahu keluarga di kampung, yang tahu hanya saya dan suami. Untungnya tidak harus dikuret, karena di dalam sudah bersih. Dokter meyakinkan saya, bahwa akan secepatnya dikasih lagi dan meminta saya untuk hati-hati. 4 bulan setelah keguguran, saya kembali diberikan kepercayaan untuk kembali hamil, kali ini bisa bertahan sampai usia kandungan 3 bulan. Sayangnya Allah SWT lebih sayang, dan saya kembali mengalami keguguran, karena efek kelelahan bekerja.
Saat itu, hanya orangtua yang tahu, dan ikut bersedih. Sedangkan keluarga yang lain tidak mengetahui saya hamil dan keguguran. Semenjak keguguran yang kedua ini, lumayan lama tidak hamil lagi. Bukan satu atau dua orang yang menganggap saya mandul, karena tidak hamil. Padahal saya keguguran dan mengharuskan saya berobat supaya cepat hamil lagi. Tapi titipan itu tidak datang juga. Saya tidak berhenti berdoa, yang akhirnya membuat saya semakin dekat dengan Allah SWT. Saya menemukan arti ikhlas dan pasrah, yang terkadang mudah diucapkan, tapi sulit untuk dilakukan. Saya mendapatkan ketenangan hati setelah menemukan ikhlas dann pasrah.
Sampai akhirnya di awal tahun 2010, tepatnya di tahun kedua pernikahan saya kembali dikasih kepercayaan untuk hamil kembali, Senang luar biasa, hanya saja kandungan saya termasuk lemah dan berisiko tinggi, apalagi dengan riwayat keguguran. Semenjak itu saya memutuskan resign dari kantor, biarpun saat itu karir sedang bagus. Karena saya ingin memiliki keturunan. Saat itu saya bedrest total, sampai usia kandungan 7 bulan. Dan alhamdulillah kini saya memiliki 2 orang anak yang sangat lucu. Perjalanan menuju kehamilan ini memang luar biasa, yang tak akan pernah saya lupakan. Kini, saya sedang menikmati indahnya menjadi seorang ibu dari 2 orang anak yang berusia 8 tahun dan 6 tahun.

Perencanaan kehamilan

Pada hari Sabtu, 6 Oktober 2018, saya mengikuti blogger gathering yang diadakan Sensitif dan Tabloid Bintang Indonesia. Acara ini bertajuk “Sensitif Journey with Ovutest: Sebuah Perjalanan Menuju Kehamilan.” Bicara tentang Sensitif, tentu produk ini sudah tidak asing buat saya. Karena saat cek kehamilan, Sensitif ini menjadi pilihan saya. Hasilnya 99% akurat, sehigga ketika saya sudah telat haid, hanya sekali saja saya cek kehamilan dengan Sensitif. Dalam acara ini hadir beberapa narasumber seperti Chacha Frederica, dr. Huthia Andriyana, SpOG dari RSU Bunda Margonda, dan Anita selaku Product Manager Sensitif.
Dalam acara ini Chacha Frederica juga berbagi kisah serunya. Dimana dirinya saat baru menikah, 3 bulan kemudian langsung datang ke dokter kandungan. Chacha berbagi tips nih, bahwa perempuan harus bisa menaikkan hormon laki-laki dengan menaikkan kehebatan laki-laki. Misal, kamu sudah bekerja keras untuk keluarga, atau saat dia belum makan seharian, bisa jawab ayo buruan pulang, kita makan bersama. Menurut Chacha, wanita itu harus membuat nyaman laki-laki, karena itu berpengaruh pada hormon dan moodnya.
Dari acara ini jadi tahu banyak tentang perencanaan kehamilan, kan pengen dong punya anak ketiga, biar tidak kesepian kalau anak-anak sudah sibuk dengan aktivitas sekolah dan lesnya. Merencanakana kehamilan memang tidak semudah yang dibayangkan. Banyak yang nikah langsung hamil, ada juga yang menunggu lama menuju kehamilan. Sama seperti yang saya, yang menunggu hingga berbulan-bulan, tapi keguguran. Hingga akhirnya tahun ke 2 perikahan baru memiliki anak. Perencanaan kehamilan itu penting banget, karena dari sinilah bisa diprogram untuk memiliki buah hati. Dalam acara ini, dr. Huthia menerangkann tentang perencanaan kehamilan, mulai dari:
  • Kapan waktu yang tepat untuk melakukan hubungan intim?
  • Seberapa sering frekuensi hubungan intim harus dilakukan?
  • Seberapa besar potensi saya hamil bulan ini?
Untuk melakukan perencanan kehamilan, waktu yang tepat melakukan hubungan intim tentu saja saat ovulasi atau masa subur yang merupakan terjadinya pelepasan sel telur yang matang dan siap untuk dibuahi. Untuk perempuan yang memiliki siklus haid teratur, pasti akan mengalamo ovulasi. Karena ovulasi ini terjadi 1 kali dalam 1 bulan. Sedangkan untuk perempuan yang haidnya tidak teratur, akan kesulitan untuk mengetahui masa subur. Di masa ovulasi ini, sel telur yang siap dibuahi, akan bertahan 24 jam. Maka dari itu, melakukan hubungan intim, menjadi waktu yang tepat saat ovulasi, sehingga kehamilan bisa secepatnya terjadi.
Terus bagaimana ya mengetahui masa subur?
Untuk menghitung masa subur ini, bisa dilakukan mencari tahu dari siklus menstruasi kita. Siklus menstruasi rata-rata perempuan adalah 28 hari, dimana ovulasi atau masa subur itu terjadi 14 hari sebelum hari haid berikutnya. Misalnya nih, siklus menstruasi 30 hari, bisa dikurangi 11. Hasilnya adalah 19, dimana angkanya ini menjadi hari terakhir kita yang paling subur. Jadi kalau rata-rata siklus kita ada di 27-30 hari, itu berarti paling subur dan waktu paling pas berhubungan intim adalah di hari 9 hingga 19. Tapi, biasanya haid perempuan berbeda-bedakan ya, ada yang lama dan ada yang sebentar. Untuk yang haidnya tidak teratur, misal 2-3 bulan sekali, sedikit sulit mengetahui masa subur. Masa subur juga bisa diketahui dari beberapa ciri, mulai dari:
Photo by Informasi dari Blogger Gathering bersama Ovutest
  • Perubahan suhu tubuh basal.
  • Perubahan sekresi lendir leher lahir (serviks).
  • Indikator minor seperti nyeri perut, perubahan payudara.
Suhu tubuh basal ini adalah suhu tubuh yang pertama di pagi hari, sebelum beranjak dari tempat tidur. Rata-rata suhu tubuh basal ini berkisar dari 35.5 sampai dengan 36.6 derajat celcius. Apabila suhunya naik sekitar 0,4 sampai dengan 0,8 derajat dari suhu biasanya, kemungkkinan tubuh sedang melakukan ovulasi 12 sampai dengan 24 jam. Masa subur juga bisa dilihat dari perubahan sekresi lendir leher lahir yang lebih elastis, licin dan transparan. Saat masa ovulasi lendirnya lengket dan berwarna keruh. Sedangkan di masa ovulasi, lendirnya basah, elastis dan transparan, warnanya seperti putih telur. Kalau sudah masuk setelah ovulasi, lendir menjadi kering dan yang keluar akan sedikit. Masa subur juga bisa di lihat dari perubahan payudara, perut menjadi terasa kembung, hingga kram pada salah satu panggul.

Cek masa subur dengan Ovutest

Dengan perhitungan masa subur, terkadang suka dibuat bingung. Apalagi kalau haidnya suka maju di awal bulan atau akhir bulan. Sekarang ada cara mudah dan praktis untuk mengetahui masa subur, yakni dengan Ovutest.

Ovutest ini merupakan alat uji masa subur dari PT. Danpac Pharma yang juga memiliki produk Sensitif. Dengan hadirnya alat tes masa subur ini, bisa membantu pasangan dalam merencanakan kehamilan. Alat tes kesuburan ini sangat aman dan bersertifikat. Ada 2 alat tes masa subur yang bisa menjadi pilihan, mulai dari:

  • Ovutest Strip yang merupakan alat uji masa subur sekali pakai untuk wanita dengan tingkat akurasi 99,9%. Ovutest dalam bentuk strip ini juga tersedia dalam kemasan Ovutest strip 7 days, yang dilengkapi dengan 1 alat tes kehamilan Sensitif Compact.
  • Ovutest Scope merupakan monitor alat uji masa subur wanita yang dapat digunakan berulang kali dengan menggunakan air liur dengan tingkat akurasi 99%.
Dengan kehadiran alat tes masa subur, semoga saja pasangan yang sedang merencanakan kehamilan semakin dimudahkan. Kebetulan pengen banget program anak ke 3, nah saya mau coba menggunakan alat tes masa subur yang strip dengan menggunakan urin. Luteneizing Hormone (LH) yang terkandung di dalam urin kita dan bertambah karena ovulasi. Tentu saja hal ini akan menaikkan kadar hormon LH yang medukung ovulasi, serta melepaskan sel telur dari ovarium. Proses ini terjadi pada masa tersubur dalam siklus. Alat tes masa subur Ovutest strip akan mendeteksi kadar hormon LH yang mendukung terjadinya ovulasi dalam waktu 24-48 jam. Jika pasangan mulai berhubungan dalam jangka waktu 24-48 jam sesudahnya, tentu akan memiliki kesempatan besar untuk hamil.
Untuk melakukan test dengan menggunakan Ovutest Strip, bisa kapan saja, tapi jamnya harus sama. Sebelum tes, bisa hitung jangka waktu normal siklus haid. Misal haid pertama tanggal 4, maka bisa mulai tes pada hari ke 11 yaitu tanggal 14, kalau siklus menstruasinya 28 hari. Setelah mengetahui hasilnya bisa langsung berhubungan 24-48 jam sesudahnya. Adapun untuk menggunakan Ovutest strip ini sangat mudah, yakni:
  • Tampunglah air urin pada wadah yang sudah disediakan. Setelah itu ambil alat tes masa subur dan lakukan test pada urin tadi.
  • Jangan lupa untuk pegang ujung strip warna biru , lalu celupkan ke urin hingga batas MAX selma 10 detik.
  • Angkat alat tes dari urin dan letakkan pada permukaan yang bersih.
  • Hasilya akan dibaca dalam waktu 40 detik, tunggu hingga 10 menit.
  • Jangan lupa untuk lakukan selama 7 hari berturut-turut di waktu yang sama. Misal pagi, terus lakukan di pagi hari.
Untuk hasil + (positif), jika garis warna yang bawah lebih gelap atau sama dengan garis warna yang atas, maka ovulasi akan terjadi dalam waktu 24 sampai 36 jam ke depan. Sedangkan hasil – (Negatif), jika garis warna yang bawah lebih muda dari garis warna yang atas, atau hanya garis warna yang atas saja yang terlihat, maka tidak akan terjadi ovulasi (tidak dalam masa subur). Selamat mencoba ya, semoga perjalanan menuju kehamilan diberikan kemudahan. Dan jangan lupa untuk konsumsi asam folat sedini mungkin, serta jaga pola makan sehat.
Tentang perjalanan menuju kehamilan, mba Anita selaku Product Manajer Sensitif dan Ovutest PT. PT. Dhanpac Pharma, menyampaikan bahwa ada program terbaru yang dihadirkan Sensitif, yakni program bertajuk “Sensitif Journeywith Ovutest: Sebuah Perjalanan Menuju Kehamilan” yang bertujuan untuk membantu para pasangan mendapatkan kehamilan yang sehat. Sehingga mengurangi risiko keguguran dan bayi lahir cacat. Pada program ini sudah ada 700 pasangan yang mendaftar, yang kemudian disaring menjadi 50 pasangan. Nantinya ke 50 pasangan ini akan dibimbing untuk mempersiapkan kehamilan. 
Dan ternyata Sensitif Journey with Ovutest ini sudah berlangsung satu bulan. Yang paling membahagiakan dari 50 pasangan tersebut sebagian sudah ada yang hamil. Alhamdulillah. Tentunya mereka mengetahui masa subur dengan menggunakan Ovutest, dan mereka pun akan dibekali dengan mempersiapkan dan menjaga kehamilan.Sensitif Journey with Ovutest ini juga mengajak 50 pasangan tersebut untuk menceritakan perjalanan mereka menuju kehamilan. Dari cerita tersebut, nantinya akan menyumbangkan inkubator kepada Yayasan Bayi Prematur Indonesia.
Pasti seru dan inspiratif sekali cerita-cerita yang dibuat tentang sebuah perjalanan menuju kehamilan. Saya tadi sudah cerita di awal tentang perjalanan menuju kehamilan yang sangat panjang. Kini, pengen dengar juga cerita teman-teman tentang perjalanan menuju kehamilannya. Boleh loh sharingnya dari teman-teman semua. (*)

Komentar