Orang yang pertama yang berhasil mendaki gunung Semeru, bukan suku Jawa

HastagNet – Sejarah Gunung Semeru menjadi satu cerita yang disebut sebagai gunung yang diyakini sebagai tempat bersemayamnya para dewa. Terlebih disebut pula dalam sejarah jika gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di pulau Jawa yang dikenal dunia.

Selain kisah tersebut, Dalam naskah Tantu Pangelaran, dikisahkan awal mula Gunung Semeru berasal dari India. Kala itu, Pulau Jawa masih terombang-ambing oleh samudera. Dikutip dari Norman Edwin dalam tulisannya di Majalah Swara Alam berjudul Pertapaan Kameswara dan Prasasti di Danau (1992), kedudukan Pulau Jawa digambarkan masih belum mantap pada posisi yang sekarang.

Dibalik semua kisah tersebut, terdapat sosok pendaki yang dalam sejarahnya pula menjadi orang pertama berhasil menaklukkan ketinggian semeru 3676 mdpl. Orang tersebut bukanlah suku Jawa tempat beradanya Gunung Semeru di pulau jawa.

Melalui sejarahnya, orang pertama yang berhasil mendaki gunung Semeru dan hingga kini dinilai sebagai orang yang berjasa ke duni mengenalkan Gunung Semeru yakni ahli geologi kebangsaan Belanda, GF Clingnett.

Awal mula pendakian Clingnett sendiri, atas dasar rasa penasarannya tentang legenda Gunung Semeru, dan disitulah Clingnett disebut sebagai orang yang pertama kali menaklukkannya. Disebutkan dalam beberapa sumber Clingnett saat itu mendaki Gunung Semeru dari sebelah barat daya lewat Widodaren pada 19 Oktober 1838.

Uniknya jalur yang dipilih tersebut belakangan diketahui sebagai jalur pendakian yang sangat sulit, namun keberhasilan Clingnett rupanya membawa rasa penasaran pendaki-pendaki Eropa yang mulai bermunculan satu persatu untuk menaklukkan Semeru seperti Clingnett.

Perlahan gunung Semeru menjadi popular, hingga pemerintah Hindia Belanda bahkan mencatatkan gunung tersebut sebagai salah satu destinasi yang wajib dikunjungi siapapun di pulau Jawa.

Bahkan seperti dikutip VOI, lewat buku panduannya yang berjudul Java The Wonderland (1900), Semeru menjadi destinasi yang banyak dibahas kala menyebut daerah Jawa Timur.

Ketenaran tersebut juga dituangkan melalui karya tulis pada buku Java The Wonderland, dimana perjalanan melewati jalanan Moengal (Mungal), sebuah pemandangan luar biasa terlihat dari terbuka di bagian selatan. Di sana kita melihat sebuah puncak gunung, Smeroe (Semeru), berdiri dengan anggunnya, dan berada di bawah kemegahan sinaran menyilaukan matahari pagi.

Sebagai gunung tertinggi di pulau Jawa dan masuk dalam ring of fire atau gunung berapi aktif, Semeru pertama kali meletus pada 8 November 1818. Letusan terbesarnya terjadai ada Agustus 1909, yang kemudian terjadi lagi letusan besar pad a1981 yang menawaskan ratusan penduduk.

Pada 1942 juga terjadi letusan besar di Semeru. Letusan itu sampai di lereng sebelah timur Semeru pada ketinggian antara 1.400 dan 1.775 meter.

Tahun 1961 terjadi letusan tipe stromboli dengan tinggi abu 3.000 m di atas puncak. Juga di tahun 1963, terjadi lagi awan panas dan aliran lava mencapai 8 km dari kawah. Sejak tahun 1967 aktivitas Gunung Semeru terus bekerja meletuskan abu dan lava. [*]

Komentar