MENGEPAK SAYAP CENDRAWASIH : MEMBANGUN PAPUA MENGEJAR CITA-CITA

MENGEPAK SAYAP CENDRAWASIH :
MEMBANGUN PAPUA MENGEJAR CITA-CITA

Oleh : Dr.Ardiyan Saptawan, MSi *)

HastagNet – Burung Cendrawasih adalah salah satu burung terindah didunia. Warnanya yang beragam dan saling mendukung satu sama lain membuat suatu tatanan seni yang indah pada bulu Durung Cenderawasih. Senada dengan kenyataan tersebut adalah Papua, tempat Burung Cenderawasih tersebut banyak bermukim, sehingga burung ini menjadi icon Provinsi Papua.

Papua adalah provinsi terluas Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Papua atau bagian paling timur wilayah Papua milik Indonesia. Di bagiansebelah timurnya adalahNegara Papua Nugini. Provinsi Papua sebelumnya bernama Irian Jaya yang mencakup seluruh wilayah PulauPapua Bagian barat. Sejak tahun 2003, Provinsi Papua dibagi menjadi dua provinsi. Bagian timur tetap memakai nama Papua sedangkan bagian baratnya diberi nama Papua Barat Provinsi Papua memiliki luas 316.553,07 km2 dan merupakan provinsi terbesar di Indonesia.

Potensi ekonomi di papua sangatlah tinggi, Kekayaan alam papua begitu kaya dan itu semua belum digali. Provinsi Papua memilikiluas area sekitar 421.981 kilometer persegi dengan jumlah populasi penduduk hanya sekitar 2,3 juta. Lebih dari 71% wilayah Papua merupakan hamparan hutan hujan tropis yang sulit ditembus karena terdiri atas lembah-lembah yang curam dan pegunungan tinggi, dan sebagian dari pegunungan tersebut diliputi oleh salju. Tidak kalah dengan hal tersebut, Provinsi Papua Barat juga memiliki potensi yang luar biasa, baik itu pertanian, pertambangan, hasil hutan maupun pariwisata, mulai dari mutiara dan rumput laut, industry tradisional tenun ikat (kain Timor), sirup pala harum, dan potensi wisata alam seperti Taman Nasional Teluk Cenderawasih, yang membentang dari timur Semenanjung Kwati sore sampai utara Pulau Rumber pondengan panjang garis pantai 500 km dengan 80.000 ha kawasan terumbu karang dan 12.400 ha lautan.

Pembangunan merupakan proses perubahan yang dilakukan secara berkesinambungan menujukearah yang lebih baik melalui serangkaian usaha dilakukan secara sadar oleh suatu bangsa, Negara dan pemerintah menuju modernitas dalam rangka pembinaan bangsa yang terencana. Artinya, pembangunan adalah suatu proses dinamis yang diatur melalui kebijakan Pemerintah yang member peluang terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan ideology negara. Saling dukung antara Pemerintah, pihak swasta, dan pemerintah merupakan hal mutlak yang harus berlangsung secara sinergik. Dengan demikian cita-cita dapat disusun dalam tahapan realistik yang bias menampung aspirasi secara harmonis dan saling melengkapi selaras dengan kemampuan anggaran.

Sejak kemerdekaan, pembangunan di Papua sudah dimulai seiring dengan pembangunan di wilayah-wilayah lain di Indonesia. Potensi kekayaan alam yang melimpah di Papua, secara bisnis sangat menjanjikan bagi investor karena potensi keuntungan yang sangat besar. Namun upaya pembangunan tersebut tidaklah selancar air terjun yang turun tanpa halangan. Banyak tantangan dan rintangannya. Keadaan politik yang dinamis dan keadaan geografis di Provinsi Papua yang heterogen berbukit sehingga daerah tersebut menjadi sulit dijangkau, maka kecepatan pembangunan menjadi terhambat ditambah rumitnya pembagian dana pembangunan untuk Negara yang memiliki wilayah luas, sehingga potensi tersebut banyak yang belum terjamah. Selain itu di sudut lain, pengusaha yang akan melakukan investasi memerlukan adanya infrastruktur atau sarana dan prasarana yang memadai seperti jalan, jembatan, pelabuhan/dermaga, Bandar udara dan sebagainya serta jaminan keamanan. Hal ini mengingat luas wilayah dan letak geografis daerah Papua yang terdiri dari pegunungan dan juga lautan, sehingga dibutuhkan sarana dan prasana tersebut untuk menghubungkan satu daerah dengan daerah yang lain, serta untuk menjual hasil eksploitasi sumberdaya alam tersebut kewilayah lain bahkan kenegara lain.

Pembangunan daerah tertinggal merupakan salah satu program utama yang telah dituangkan Presiden Joko Widodo dalam NawaCita. Salah satu proyek yang menjadi primadona adalah pembangunan jalan Trans Papua yang telah dimulai sejak Era Habibie dan dilanjutkan SBY dipercepat pada Pemerintahan Presiden Jokowi. Pembangunan infrastruktur transportasi di Papua adalah alat utama masyarakat Papua dalam memobilisasi energy pembangunan, selain untuk mengurangi biaya tinggi juga menumbuhkan perekonomian masyarakat setempat dan sekitarnya disepanjang jalan Trans Papua-Papua Barat. Sarana dan prasarana transportasi tersebut jugadi pergunakan sebagai instrument penunjang BBM satu harga, sembako murah, material harga murah, dan mempermudah akses warga dalam bergerak, serta menjalin hubungan dengan para investor. Pembangunan transportasi tersebut merupakan langkah nyata pemerintah dalam memperkuat laju peningkatan ekonomi melalui daerah pinggiran dengan mewujudkan pemerataan dan keadilan pembangunan. Karena itu Disektor perhubungan udara telah dibangun dan dikembangkan 10 bandaraya itu masing-masing 6 Bandara di Provinsi Papua yaitu Bandara Ewer, Bandara Kepi, Bandara Ilaga, Bandara Oksibil, Bandara Nabire Baru dan Bandara Mopah. Sementara 4 Bandara di Provinsi Papua Barat yaitu Bandara Rendani Manokwari, Bandara Waisai Raja Ampat, Bandara Wasior Baru, dan Bandara Baru Siboru Fak-fak. Untuk menunjang pasokan energinya, Pemerintah telah meluncurkan Program Indonesia Terang (PIT) berupa 6 infrastruktur kelistrikan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat yaitu pembangkit Listrik Tenaga Air OryaGenyem 2 x 10 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Mini HidroPrafi 2 x 1, 25 MW, Saluran Udara Tegangan Tinggi 70 kilo Volt Genyem–Waena–Jayapura sepanjang 174,6 kilo meter sirkit, Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kilo Volt Holtekamp-Jayapura sepanjang 43,4 kilo meter sirkit, Gardu Induk Wamena–Sentani 20 Mega Volt Ampere dan Gardu Induk Jayapura 20 Mega Volt Ampere. Pembangunan sarana dan prasarana ini sangat signifikan berperan meningkatkan kecepatan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan rakyat. Gencarnya pembangunan di segenap pondasi pertumbuhan ekonomi ini memiliki varian yang dinamis dalam mendorong terciptanya kreatifitas masyarakat yang muncul dari nilai-nilai struktur budaya dan social sehingga pembangunan fisik merangsang pengembangan hubungan-hubungan dan peranan-peranan modernisasi kehidupan. Hal ini dikarenakan infrastruktur merupakan wujud dari modal public (public capital) yang di bentuk dari investasi yang dilakukan pemerintah.

Komentar